Apa arti pendidikan bagi saya?
Pendidikan adalah hal yang sangat penting bagi kehidupan manusia. Manusia tidak akan bisa hidup tanpa pendidikan. Esensinya manusia adalah bagian dari pendidikan itu sendiri. Tanpa pendidikan, manusia tidak akan bisa memperoleh atau meraih apa yang diinginkan dalam hidupnya. Dengan pendidikan, martabat seseorang akan bisa menjadi lebih baik.
Secara pribadi, pendidikan merupakan hal bermakna bagi hidup saya. Ibu saya adalah seorang guru yang sampai saat ini masih mengajar. Menurut saya, pendidikan bisa merubah hidup seseorang menjadi lebih baik. Di setiap lini atau bidang kehidupan pasti tidak bisa lepas dari pendidikan, misalnya arsitek, dokter, polisi, dan lainnya. Semuanya terbentuk karena adanya pendidikan. Dengan pendidikan kita bisa menjadi diri kita sendiri, menjadi seperti apa yang kita inginkan atau cita-citakan. Kita akan semakin mengerti apa makna sejati yang sebenarnya kita inginkan dari dalam diri.
Terjun di dunia pendidikan merupakan hal yang paling membanggakan dan mengesankan dalam hidup saya. Menjadi guru pada intinya bukanlah pekerjaan. Guru adalah pelayanan, yakni pelayanan kepada orang lain agar orang yang kita ajar memperoleh apa yang sepatutnya mereka dapatkan dalam hidup. Tentunya hal yang lebih baik bahkan paling baik dalam hidup mereka.
Kenapa saya memilih pendidikan untuk anak-anak?
Bagi saya anak-anak usia Sekolah Dasar (6-12 tahun) adalah masa emas pertumbuhan anak, dimana otak mereka sangat berkembang secara optimal. Pendidikan dasar adalah landasan atau pondasi untuk perkembangan pribadi dan jiwa anak-anak saat mereka dewasa nanti. Berbicara mengenai dunia pendidikan bagi anak-anak tidak cukup hanya sekedar mengajar, tapi kita harus mendidik. Mengajar dan mendidik adalah dua hal yang tidak bisa dipisahkan dalam mengembangkan potensi anak. Mengajar berarti kita menyampaikan materi dan pengetahuan yang perlu mereka ketahui sebagai bekal untuk mereka dewasa nanti. Mengajar lebih banyak mengoptimalkan IQ (Intellectual Quotient) anak. Sedangkan mendidik lebih mengarah untuk membentuk pribadi anak menjadi baik, yaitu melalui pendidikan karakter. Proses mengoptimalkan EQ atau sering disebut EI (Emotional Intelligence) dan SQ (Spiritual Intelligence) sangat berperan di sini. Seorang guru mempunyai peran yg penting dalam membentuk IQ, EQ dan SQ secara simultan. Itulah mengapa saya mengatakan bahwa mengajar anak-anak sangat menarik, karena saat mengajar kita harus menggunakan hati, dan mengajar di Sekolah Dasar sama artinya dengan membentuk masa depan anak-anak Indonesia.
Saya sangat bangga mengajar Bahasa Indonesia di Sekolah Dasar karena saya bisa memperkenalkan kepada anak-anak betapa pentingnya pendidikan bagi masa depan mereka. Dan itu berarti di sini saya mempunyai peran untuk membentuk pondasi anak-anak Indonesia untuk bisa membuat Indonesia menjadi lebih baik nantinya. Melalui pendidikan, saya harap masyarakat Indonesia semakin sadar akan pentingnya pendidikan untuk menjadikan bangsa ini semakin maju dan menjadi bangsa yang bermartabat.
Apa yang saya lakukan untuk kemajuan pendidikan anak-anak di Indonesia?
Sebagai guru, saya tahu saya mengemban amanat untuk mencerdaskan anak bangsa. Ini bukanlah tugas ringan. Memang saya bukan orang besar yang langsung bisa merubah dunia secepat pesulap memainkan trik-triknya. Tetapi saya adalah bagian kecil dari itu. Saya sekarang menjadi lilin yang mempunyai tugas untuk menerangi sebagian kecil wilayah di Indonesia agar menjadi terang.
Menurut saya, pendidikan pengetahuan saja tidaklah cukup untuk anak-anak. Sebenarnya pendidikan moral adalah basic atau landasan dari ilmu pengetahuan. Ibaratnya pendidikan moral adalah pondasi dari pendidikan yang bersifat pengetahuan. Saat mengajar murid-murid, saya tidak hanya sekedar mengajarkan materi untuk mereka, tetapi saya juga mengajarkan pendidikan moral yang saya rasa sangat penting untuk mereka.
Tidak hanya itu, saya banyak mengamalkan apa yang sudah saya dapat dari seminar-seminar yang sudah saya ikuti, baik seminar yang berhubungan dengan pendidikan maupun yang lainnya. Misalnya, saat anak-anak mengikuti lomba, saya tidak hanya melatih anak untuk mempelajari dan berlatih tentang apa yang akan dilombakan. Lebih dari itu, saya ajarkan kepada mereka teknik afirmasi dan visualisasi. Sehingga saat lomba, beberapa di antara mereka menjadi juara. Salah satunya adalah juara mengarang ultah Bali Pos, juara 1,3, harapan 1,2, dan 3 berhasil diraih oleh siswa saya. Berita terkait silahkan lihat di website SD Harapan Mulia. Saat itu saya ajarkan kepada anak bagaimana merasakan dan melayakkan diri sebagai pemenang. Selain itu ada beberapa prestasi yang diraih anak-anak, di antaranya pemenang pertama lomba cipta puisi tingkat gugus, lomba deklamasi puisi, dan yang terakhir beberapa hari yang lalu siswa saya meraih medali emas taekwondo, sehingga nantinya akan mewakili untuk tingkat kota Denpasar.
Saya sangat bersyukur karena diberi kesempatan oleh Tuhan untuk mengajar anak-anak. Dan Education For The World (EFTW) membantu saya mewujudkannya. Saya sangat terkesan dengan kalimat dalam buku The Divine Matrix pemberian Mike, founder of EFTW. Dalam buku tertulis bahwa “Feeling is the language that “speaks” to the Divine Matrix. Feel as though your goal is accomplished and your prayer is already answered”. Belajar dari kata-kata itulah yang menginspirasi saya untuk membentuk siswa berprestasi di lingkungan tempat saya mengajar sekarang. Kata-kata itu juga yang menjadi dorongan bagi saya untuk memberi motivasi kepada anak didik saya.
Apa harapan saya ke depannya untuk pendidikan anak di Indonesia?
Harapan saya untuk ke depannya, agar pendidikan anak di Indonesia tidak hanya berbasis pada pendidikan pengetahuan saja, tetapi juga diajarkan pendidikan moral yang berkarakter. Sehingga anak-anak Indonesia semakin banyak yang cerdas IQ, EQ, maupun SQ-nya. Semoga anak-anak Indonesia semakin banyak yang berhasil mengukir prestasi dan mempersembahkan yang terbaik untuk bangsa Indonesia ini. Karena masa depan Indonesia terletak pada bagaimana pendidikan anak-anak Indonesia sekarang.
Ayo bangkit anak-anak Indonesia! Kalian adalah masa depan bangsa!
Posted in Uncategorized