Nikahan…

•31 October, 2009 • 2 Comments

Nikahannya Putri..

My elder sister’s graduation

•31 October, 2009 • Leave a Comment

Mb Nurul wisuda

Berserah untuk menerima…

•31 October, 2009 • Leave a Comment

Just let it flow...

Bersyukur

•9 October, 2009 • Leave a Comment

Ida...Saat bahagia dalam hidup ini adalah saat bersyukur pada Tuhan atas semua yang telah kita peroleh. Miracle adalah hasil karya terindah, ciptaan sang pemilik alam. Keajaiban yang meliputi alam semesta dengan segala nuansa yang meliputinya. Semuanya berdansa dengan iringan musik alam yang indah.

I miss that moment…

D E J A V U

•7 October, 2009 • Leave a Comment

Thinking of someone who have 90% of my soulmate type that I wrote  many years ago..

I feel he is my D E J A V U when I remember everything about him.

I just realized..

Tuhan…what must I do?! I am confuse and sometimes affraid..

Give me Your hand…

Detoksifikasi

•8 July, 2009 • 6 Comments

Tuhan..apakah ini yang namanya detoksifikasi untuk menjernihkan hatiku…? Apakah dengan air mata semua kepedihan itu akan sirna? Tolong kasih jawaban terbaik-Mu Tuhan… Bimbinglah aku untuk menjalani dan melalui semua ini dengan hati yang lapang dan ikhlas dengan segala quanta-Mu yang ada dalam diri ini dan di sekitarku.. Terima kasih…

Do the best and be happy

•22 June, 2009 • Leave a Comment

Hari ini aku dapat kata mutiara yang tepat untukku, mungkin untuk anda juga.

“Kita tidak tahu bagaimana hari esok, yang bisa kita lakukan ialah berbuat sebaik-baiknya dan berbahagia pada hari ini..”

Ehmmm… begitulah hidup..sudah sempurna apa adanya..

To Be A Better Life

•10 June, 2009 • Leave a Comment

Thank you...

Sudah beberapa bulan ini aku berkenalan dengan Scott. Yang membuat aku terkesan dengan dia adalah sifatnya yang baik hati. Dia sangat peduli dengan dunia pendidikan. Aku banyak belajar dari Scott untuk bisa membantu sesama. Seperti yang selalu dikatakan Ibu selama ini ke aku “Buatlah hidupmu bisa bermanfaat untuk orang lain dan memberi sesama dengan hati yang tulus.” Aku selalu ingat kata-kata ini.

Aku beruntung mempunyai keluarga yang baik dan bisa bertemu dengan orang-orang baik dan mereka selalu menyayangiku. Selalu memberiku makna akan kehidupan ini. Menjadikan aku menjadi manusia yang lebih baik dari waktu ke waktu. Terima kasih…

Pentingnya Pendidikan Untuk Anak-anak

•10 June, 2009 • Leave a Comment

Tadi malam aku jalan2 ke pantai Kuta sendiri. Aku duduk di tepi pantai sambil mendengarkan lagu barat via mp3-ku. Aku sangat menikmati suasana itu ditemani suara deburan ombak yang semakin membuat aku takjub akan kehidupan yang serba indah ini.

Tiba-tiba ada seorang anak kecil perempuan datang kepadaku, dan dia meminta uang. Perkiraan anda tepat, dia adalah anak peminta-minta. Dia begitu bersahabat, aku ngobrol banyak dengannya.
“Namanya siapa dik?” Tanyaku.
“Komang” jawabnya singkat.
“Komang usia berapa? Sudah sekolah?”
“Delapan tahun. Aku tidak sekolah kak”.
“Kenapa?” tanyaku ingin tahu.
“Tidak punya uang untuk sekolah”.
“Bapak dan Ibu bekerja?”
“Bapak kerja proyek. Ibu meminta-minta sejak aku belum lahir, kemudian ibu melahirkan aku, dan saat aku besar, diajak ibu untuk minta-minta.” jawabnya polos.
“Kak minta uang…” pintanya.
“Iya, nanti dulu, kan kakak masih asik ngobrol sama Komang.” Jawabku sambil tersenyum.

Tak seberapa lama, kemudian datang anak kecil laki-laki.
“Kris kesini! Cepat!” Panggil Komang kepada anak kecil itu sambil berteriak.
Anak laki-laki itu pun datang. Ternyata dia adik Komang. Kami pun asik ngobrol bertiga dan asik bercanda. Kami main pasir, membuat gunung pasir, lalu dibentuk seperti kawah. Kris pun duduk di tengah kawah itu dengan posisi duduk seperti bertapa. Aku dan Komang tertawa melihat Kris.
“Lihat, aku bisa membuat gunung pasir!” kata Kris bangga dengan hasil karyanya.
“Wah hebat. Kris umurnya berapa?” tanyaku
“6 tahun.”
“Sekolah?”
“Tidak”.
Saat aku tanya alasan kenapa tidak sekolah, alasannya sama seperti kakaknya, Komang.
“Rumah kalian dimana?”
“Di Ubung.” Jawab Komang dengan singkat.
“Kalau malam2 gini kalian pulang ke Ubung naik apa?”
“Kalau kemaleman kami tidak pulang kak.”
“Terus tidur dimana?”
“Di sebelah toko itu” kata Komang sambil menunjuk salah satu minimarket yang ada di seberang jalan pantai Kuta.
“Tidak kedinginan?”
“Tidak, karena sudah terbiasa. Kak minta uang…” Kata Komang mengulang pertanyaannya tadi.
kemudian mereka aku kasih uang seribu. Saat itu aku bawa uang pas. Setelah itu mereka minta untuk dibelikan es krim. Ya…uangnya gak cukup. Mau gimana lagi..
Setelah banyak ngobrol dan bermain dengan mereka, mereka pun pergi.

Aku dapat pelajaran berharga dari kejadian tadi. Pertama, aku sangat bersyukur sama Allah yang sangat menyayangiku, dengan memberikan aku keluarga yang semuanya baik hati dan sayang aku. Mereka menyekolahkan aku hingga ke jenjang pendidikan universitas. Betapa beruntungnya aku, orang tuaku sangat peduli terhadap dunia pendidikan, khususnya pendidikan buat anak-anak mereka. Sehingga aku bisa menjadi Ida yang sekarang. Kedua, aku prihatin melihat kejadian tadi, sejak kecil dibiasakan orang tua untuk meminta-minta. Kadang keadaan keluarga memang tidak memungkinkan, tetapi alangkah baiknya kalau anak-anak generasi penerus dididik untuk menjadi pribadi yang mandiri dan belajar untuk menghadapi hidup secara bijak, agar masa depan mereka menjadi lebih baik. Bekerja lebih baik daripada meminta-minta. Kerja apapun yang penting halal dan berguna buat masa depan.

Senyuman seorang anak laki-laki

•6 June, 2009 • Leave a Comment

Hari ini aku melihat wajah itu terlelapkan oleh waktu. He looks ordinary boy, kira-kira berusia 8 tahun, tapi dari sinar matanya terpancar harapan seorang anak akan masa depannya.
Early morning…saat aku membersihkan warnet tempat aku
bekerja, tiba-tiba muncul seorang anak dengan segala kepolosannya, memungut botol2 bekas minuman, yaaa dia pemulung sampah. Dari sorotan mata dan gesturenya menyiratkan akan jiwanya yang bersahaja. Yang dengan lantang menatap dunia dan mengatakan “Inilah aku, seorang anak yang mandiri!”.

Kulihat botol-botol bekas minuman air mineral tergeletak di meja sekitarku, kupungut, kemudian kuberikan pada anak itu. Anak itu tersenyum padaku. Senyuman yang penuh asa dan bahagia. perlahan tetapi pasti, dia mengucapkan “terima kasih…”. Dia tampak senang. Kemudian aku teringat, masih ada beberapa botol bekas minuman yang tersisa dan sudah tidak terpakai lagi. Tanpa berpikir panjang, kupungut lagi, lalu aku masukkan ke karung anak itu. Kulihat senyumnya begitu menyeruak dan dia semakin senang. Kemudian dia berlalu pergi untuk memungut benda-benda di tempat sampah agar bisa dijual, sambil menoleh dan tersenyum ke arahku.

Hari ini aku belajar dari kisah seorang anak laki-laki yang mandiri. Ia begitu peduli dengan kehidupannya dan mungkin juga dengan kehidupan di sekitarnya. Jiwa mandiri yang sudah tertanam sejak kecil, I’m so impressed. Hari ini aku juga belajar untuk membuat orang lain merasa bahagia, dan haslnya…aku merasakan bahagia yang lebih dan lebih.

You’ll be success man in your future boy!!